7 Tipe Mahasiswa Jatinangor, Udah Pada Tau Belum?

Dunia ngampus memang identik dengan kehidupan masa muda yang enerjik. Segala macam aktivitas ini pun biasanya berbalut dengan kebisaan dan rutinitas harian mereka. Menariknya, rutinitas yang dijalani oleh setiap mahasiswa yang ngampus pun memiliki istilah unik untuk menggambarkan gaya hidup mereka secara keseluruhan.

Misalnya di UNPAD sendiri, mahasiswa yang tinggal di kost Jatinangor menyebutkan setidaknya ada 7 buah istilah lucu untuk menyebut tipe-tipe mahasiswa sesuai kelompoknya. Biar kamu tak kudet dan tetap nyambung saat diajak ngobrol oleh teman ngampus, mending cek tipe-tipe mahasiswa berikut. Kira-kira kamu masuk ke dalam kelompok mana ya?

1. Mahasiswa Kupu-Kupu

Mahasiwa Kupu-Kupu memiliki singkatan “Kuliah Pulang Kuliah Pulang”. Maksudnya, anak kampus ini suka langsung pulang ke rumah atau kost-an tepat setelah selesai belajar. Kebanyakan mahasiswa tipe ini biasanya malas untuk bermain, memiliki kadar energi yang rendah, anti sosial, ingin menghemat, fokus belajar, fokus meningkatkan skill, atau seorang introvert. 

Seperti yang kita tahu, introvert biasanya akan kehilangan energinya ketika dihadapkan dengan banyak orang atau ngumpul bareng teman, dan mendapatkan kembali tenaga setelah menyendiri dan melakukan momen me time di kamar kost atau rumahnya. Sebaliknya, ekstrovert cenderung mendapatkan tenaga ketika berkumpul dengan teman-temannya sehingga malas menjadi anak rumahan. 

Tak heran jika tipe mahasiswa ini jarang menjabat sebagai kupu-kupu. Mereka yang langsung pulang ke rumah atau kost-an setelah belajar sebenarnya memiliki sisi positif dan negatif.

Misalnya untuk sisi baiknya seperti:

  • Dapat menghemat uang. 
  • Tidak mengikuti lingkaran pertemanan yang salah. 
  • Memiliki waktu untuk berfokus pada pengembangan diri sendiri. 
  • Kemungkinan lulus kuliah tepat waktu menjadi jauh lebih besar.

Sementara sisi negatifnya adalah:

  • Tidak mampu melatih kemampuan bersosialisasi dan berkomunikasi. 
  • Kudet.
  • Kurangnya pengalaman yang berkaitan dengan organisasi di kampus.

Tapi siapapun kamu, tetap berpikiran terbuka terhadap setiap tipe-tipe mahasiswa yang ada di kampus kamu ya!

Jangan menyamakan standar kita dengan mereka secara paksa.

2. Mahasiswa Kura-Kura

Mahasiwa Kura-Kura memiliki singkatan “kuliah rapat kuliah rapat”, yang mana sudah barang tentu mereka aktif dalam mengikuti organisasi kampus. Tergantung organisasi yang mereka ikuti, biasanya durasi rapat bisa memakan waktu sebentar atau seharian. 

Bahkan beberapa diantaranya rela mengorbankan jam belajar kuliah mereka selama tujuan organisasi mereka tercapai. Meskipun begitu, aktif berorganisasi juga sebenarnya mampu mendatangkan pembelajaran tersendiri bagi si mahasiswa, misalnya mampu melatih profesionalitas, memperluas jaringan, melatih komunikasi, belajar karakter orang lain, belajar mengadakan konferensi, dan masih banyak lagi. 

3. Mahasiwa Kunang-Kunang

Mahasiswa Kunang-Kunang memiliki arti “kuliah nangkring kuliah nangkring”, bahkan ada banyak diantaranya yang rela bolos demi ngumpul bersama teman-teman seperjuangannya. Tipe mahasiswa ini mungkin yang paling memiliki resiko sulit lulus dari tempat kuliahnya. Belum lagi sebagian besar dari mereka kurang mampu mengatur waktu dan keuangan sehingga jatuhnya sangat merugikan jika tak dihentikan sedini mungkin. Jika kamu kebetulan masuk ke dalam tipe mahasiswa semacam ini, ada baiknya untuk mulai mengaudit segala macam tugas kuliah dan keuangan kamu. Jika misalnya selama ini kedua faktor tersebut terasa begitu keteteran, maka disarankan untuk beralih kelompok dari kunang-kunang menjadi kutu-kutu di bawah ini. 

4. Mahasiwa Kutu-Kutu

Mahasiswa Kutu-Kutu memiliki arti “kuliah turing kuliah turing (touring)”. Memang masih erat kaitannya dengan main-main, hanya saja touring cenderung memiliki durasi waktu yang lebih jarang daripada nangkring. Ibaratnya antara makan dan ngemil, maka kutu-kutu masuk ke dalam makanan yang bisa mengenyangkan sekaligus. Bahkan seseorang sudah bisa disebut sebagai kutu-kutu jika mereka baru saja touring satu atau dua kali saja. 

Sebaliknya, mahasiswa yang baru nangkring sekali atau dua kali belum bisa disebut sebagai kunang-kunang. Maka dari itulah, segera alihkan diri kamu menjadi kutu-kutu jika memang doyan main sambil kuliah. Mereka yang doyan traveling atau touring biasanya lebih mampu mengatur waktu dan budget. Lagipula, jalan-jalan selama masih muda sangatlah disarankan untuk bekal pengalaman kamu di masa depan.  

5. Mahasiwa Kue-Kue

Mahasiswa Kue-Kue memiliki singkatan “Kuliah Gaue Kuliah Gaue (Gawe)”. Biasanya tipe mahasiswa ini ingin mandiri atau mendapatkan uang jajan tambahan. Diantara tipe mahasiswa lainnya, mungkin mahasiswa kue-kue menjadi kelompok yang paling bagus karena telah siap menjalani gaya hidup dunia karir lebih dulu. 

Bisa kita ibaratkan mereka sedang curi start untuk menyongsong kehidupannya kelak di masa depan. Dengan begitu, mereka tak akan kaget saat sudah dihadapkan dengan dunia karir yang jauh lebih berat dan penuh tantangan. Biasanya tipe mahasiswa ini didominasi oleh mereka yang mencoba membiaya biaya kuliahnya sendiri. Bahkan ada beberapa diantara mereka yang berhasil mengirimkan uang ke kampung kepada orang tua mereka. 

6. Mahasiswa Kuman-Kuman

Kebalikan dari kue-kue, terdapat pula mahasiswa Kuman-Kuman alias “kuliah main kuliah main”. Mirip seperti kunang-kunang, hanya saja aktivitas tipe mahasiswa ini lebih lebar dan beragam. Mereka bisa saja mabar game online, nobar pertandingan bola, nangkring, touring, atau ngumpul di kost-an. 

Tipe mahasiswa yang satu ini pun memiliki resiko telat lulus jika tak mampu mengatur keuangan dan waktu. Maklum saja, ketika ngumpul bareng teman biasanya kita selalu lupa waktu. Belum lagi kita menjadi lebih aktif jajan di luar daripada memasak sendiri di kost-an. Tak heran jika banyak diantara mereka yang mengalami migrain setiap akhir bulan. 

7. Mahasiswa Kuda-Kuda

Jika kue-kue di atas disebut sebagai tipe mahasiswa terbaik, maka mahasiswa kuda-kuda ada satu tingkat di atasnya. Bagaimana tidak, kuda-kuda ini memiliki singkatan “kuliah dagang kuliah dagang”, artinya tipe mahasiswa ini memiliki jiwa entreupreneur yang tinggi. 

Hanya saja tantangannya terletak pada manajemen waktu yang harus mereka kuasai sepenuhnya. Jika tipe mahasiswa ini mampu melakukannya, maka hanya manfaat yang bisa didapatkan. Karena selain mampu lulus tepat waktu, aktivitas dagang ini dapat menjadi guru terbaik untuk meningkatkan kemampuan peluang komersial, membaca kekurangan diri, membaca kelebihan diri, dan mengasah keterampilan. 

Komunikasi dan bernegosiasi menjadi dua skill yang akan digunakan seumur hidup mereka setelah lulus kuliah dan mulai membangun bisnis mereka sendiri secara full time. Bahkan banyak orang sukses yang menyarankan kita untuk mulai belajar dagang selama masa kuliah, banyak gagal sebelum usia 30an, dan kemudian meraup untungnya melalui pengalaman setelah usia 30an ke atas. 

Secara keseluruhannya, berikut adalah manfaat menjadi mahasiswa kuda-kuda:

  • Melatih diri mendapatkan kemampuan dasar untuk hidup. 
  • Melatih meningkatkan kreativitas.
  • Mengembangkan kemampuan untuk memecahkan masalah dan berpikir. 
  • Meningkatkan kualitas sebagai pemimpin. 
  • Membantu menghadapi masa depan yang penuh dengan tantangan.

Well, masing-masing tipe mahasiswa ini memang didasari dari kepribadian kita sendiri. Tapi akan jauh lebih baik jika kita mampu mengidentifikasi mana yang paling memberikan untung dan mana yang bisa menjerumuskan aktivitas ngampus kita. Dan yang paling terpenting, semua aktivitas ini diharapkan tak mengganggu kegiatan belajar kamu di universitas hingga sampai lulus nanti.

Beri review post

Tinggalkan Balasan